Jajan Jazz BSD

Sejak Maret 2006 terdapat komunitas music jazz di BSD tepatnya dilokasi  tempat makan atau yang biasa disebut Taman Jajan, sector 1 BSD. Komunitas tersebut disebut Jajan Jazz BSD mengadopsi dari tempat dimana lokasi acara ini berada.

Acara ini diselenggarakan setiap kamis malam diawal bulan, komunitas ini sangatlah cair dilihat dari personil band-nya juga penontonnya terdapat komunikasi dan interaktif sehingga music jazz yang cenderung dinikmati oleh kalangan menengah keatas dapat juga dinikmati oleh kelas masyarakat lainnya.

Hal ini dapat terlihat dari pengujung yang hadir menyaksikan acara Jajan Jazz BSD ini lebih banyak dihadiri anak anak muda juga masyarakat di sekitar perumahan BSD.

Bahkan Peter F Gotha pernah memuji acara ini, disamping juga musisi senior seperti Abadi Soesman, Rudi Soebekti, dan Ireng  Maulana pernah tampil diacara ini.

WEDANGAN GAUL NASI KUCING

Berawal dari berhenti bekerja mas Kecik membuka warung WEDANGAN GAUL NASI KUCING (HIK), sego kucing (Solo-red) dikampungnya Solo atas informasi kawannya mas kecik disarankan untuk membuka Sego Kucing di Jakarta dikarenakan lagi ngetrend, maka dengan tekad untuk memberikan rasa asli makanan khas Solo mas Kecik membuka cabangnya di Jakarta.

Dan untuk memuaskan selera komunitas masyarakat jawa yang banyak di wilayah BSD juga sebagai pelepas rindu akan masakan Jawa khas Solo mas Kecik membuka lagi cabanganya disini.

Dari hasil dialog dengan beberapa pelanggan yang sedang makan Sego Kucing ini ternyata bukan hanya dari daerah BSD saja bahkan pelanggannya  juga berasal dari Pamulang, Bintaro, Alam Sutera, Jakarta Selatan.

Seperti yang dituturkan Vinsy Lawalata yang tinggal di Bukit Nusa Indah wanita asli Ambon ini pertama makan disini diajak pacarnya Daru yang asli Solo dan menurut dia rasanya kok bisa diterima padahal kalau orang Ambon agak sulit makan masakan Jawa, ayam serundeng adalah makanan yang paling dia suka di warung Sego kucing ini, merekapun hampir setiap hari makan disini.

Lain halnya dengan Ibu Eny warga Nusaloka-BSD yang makan bersama ketiga anaknya, dikatakan bahwa selain harganya sangat murah rasanya yang asli Jawa jelas kentara bahkan anaknya menambahkan belum puas rasanya kalau belum makan disini sama halnya dengan Vinsy Lawalata dan Daru bisa dipastikan mereka makan disini hampir setiap harinya.

Saya yang juga merasakan makanan asli Solo ini ternyata memang benar warung Sego Kucing ini tidak hanya harganya yang murah tapi juga rasanya yang khas Jawa kental sekali serasa ingin berlama mengunyah tidak ingin cepat ditelan, suuaking enaknya loh, bukan hanya penduduk lokal yang menggemari warung Sego Kucing ini bahkan ada pula orang India dan bule asing yang sering juga makan disini.

Dengan merogoh kocek Rp. 5.000 sampai dengan Rp. 10.000 sangatlah murah, anda bisa menikmati makanan disini yang terdiri dari sate usus, sate ati ampela, sate telur puyuh, ayam serundeng, tahu, tempe mendoan, juga tersedia minuman wedang susu, wedang jahe dan minuman lainnya, dan kalau makan disini jangan lupa cobain sambalnya asli muantap tenan biar pedas tapi segar, dijamin ga kecewa. Tidak heran para pelajar bahkan mahasiswa SGU (Swiss German University) kerap mampir dan makan disini, enak buat kongkow sambil menikmati suasana BSD dimalam hari kata mereka.

(tulisan saya ini sebelumnya pernah dimuat di forumbsd)