Membuat Website dengan WordPress

Jaman sekarang membuat Website sudah semakin mudah saja. Tidak seperti beberapa tahun lalu dimana diperlukan keahlian khusus untuk membangun sebuah website. Minimal harus menguasai bahasa pemrograman HTML. Kalau mau membangun website yang lebih komplit, harus menguasai bahasa pemrograman lain seperti PHP, Java dan lain sebagainya.

Tapi sekarang tidak perlu lagi seperti itu. Saat ini banyak sekali software pembuat website yang sangat mudah bahkan bagi yang tidak mengerti bahasa pemrograman sama sekali. Yang lebih luar biasa lagi adalah kebanyakan software tersebut bisa didapat dengan Gratis. Itu juga sebabnya belakangan bermunculan website-website pribadi atau biasa disebut Blog. Sampai-sampai kalau belum punya Blog rasanya hidup ini belum lengkap ;)

Salah satu Software pembuat website yang populer dan juga Gratis adalah WordPress. Saking populernya banyak sekali buku-buku tentang WordPress bertebaran di Gramedia dan toko-toko buku besar lainnya.

Sayangnya kebanyakan buku-buku yang dijual di toko buku ternama tidak menyajikan materi secara lengkap. Jika ingin mendapatkan teknik WordPress secara lengkap terpaksa harus membeli beberapa judul buku. Itupun sudah termasuk overlapping beberapa materi. Kalaupun ada buku-buku luar negeri atau terjemahan yang cukup lengkap, pasti harganya sangat mahal.

Salah satu solusi untuk mendapatkan materi yang lengkap dan murah adalah dengan membeli buku digital atau eBook. Tentunya dengan membeli sebuah eBook kita tidak perlu repot-repot pergi ke toko buku. Cukup duduk manis didepan laptop, konek ke Internet, download dan buku ini sudah ada di hadapan anda.

Keunggulan eBook karya Dini Shanti ini dibandingkan dengan buku-buku WordPress lainnya adalah lengkapnya materi bahasan yang di sajikan.

Materi dijelaskan secara step-by-step mulai dari mendapatkan Domain, Hosting, Instalasi sampai berbagai teknik mempercantik Blog anda. Selain itu Dini Shanti dalam eBook ini juga menyampaikan beberapa teknik menghasilkan uang lewat Internet dengan memanfaatkan WordPress. Menarik sekali.

Masih ada lagi keuntungan lain jika anda membeli eBook karya Dini Shanti ini. Yaitu anda berpeluang mendapatkan komisi 50% hanya dengan mengajak teman-teman anda untuk membeli eBook ini. Asyikkan belajar dapat untung pula.

Sudah harganya murah, materinya lengkap, ilmunya bermanfaat, cukup bayar sekali saja, lantas berpeluang mendapatkan komisi setiap hari. Enak sekali bukan?

Jika diibandingkan dengan materinya yang begitu enak dibaca dan lengkap, buku ini memang terbilang cukup murah. Hanya Rp.70.000 saja.

Dapatkan
eBook Panduan Dasar Membuat Website
dengan Word Press

Kopi Bisa Tunda Penyakit Alzheimer

Konsumsi kopi setiap hari mungkin membantu menunda perkembangan penyakit Alzheimer atau memutarbalikkan kondisi tersebut, demikian hasil satu studi di dalam edisi Journal of Azheimer`s Disease, edisi online.

Minum kopi sebelumnya telah dikaitkan dengan resiko lebih kecil perkembangan Alzheimer, tapi itu adalah studi pertama yang menyatakan kafein dapat secara langsung menjadikan penyakit itu sendiri sebagai sasaran.

Beberapa peneliti dari University of South Florida mengkaji 55 tikus yang secara genetika telah direkayasa agar terserang gejala kegilaan yang serupa dengan gejala Alzheimer saat hewan tersebut berusia lanjut.

Alzheimer muncul ketika segumpal protein tidak normal yang lengket di otak yang disebut “beta-amyloid” bertumpuk hingga membentuk plak, sehingga merusak fungsi kofnitif.

Separoh hewan itu diberikan dosis kafein setiap hari di dalam air minumnya, sementara separoh lagi terus minum air biasa.

Pada akhir studi dua bulan tersebut, semua tikus yang minum kafein memperlihatkan hasil pemeriksaan yang jauh lebih baik dalam ingatan dan kemampuan berfikirnya dibandingkan dengan tikus yang diberi air biasa. Daya ingat hewan itu setajam tikus sehat yang lebih tua tanpa kegilaan.

Studi tersebut mendapati bahwa kafein memangkas sampai separuh darah yang berlebihan dan tingkat “beta amyloid” di otak pada tikus itu.

“Temuan baru tersebut memberi bukti bahwa kafein dapat menjadi `perawatan` yang aktif bagi penyakit Alzheimer, yang sudah menyerang, dan bukan hanya strategi perlindungan,” kata pemimpin peneliti itu Gary Arendash, ilmuwan ahli syaraf di University of South Florida.

“Itu penting karena kafein adalah obat yang aman bagi kebanyakan orang, zat tersebut dengan mudah memasuki otak, dan kelihatannya secara langsung mempengaruhi proses penyakit itu,” kata Arendash sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Para peneliti tersebut berharap kafein dapat menjadi perawatan yang aman dan tidak mahal bagi penyakit hilang ingatan dan ingin melakukan percobaan pada pasien manusia sesegera mungkin.

Satu studi pada 2002 mendapati bahwa orang yang mengkonsumsi kafein pada pertengahan usia mereka memiliki resiko 60 persen lebih kecil untuk terserang penyakit itu.

monggo silahkan ngopi ngopi…………..

Facebook dan pengaruhnya terhadap pergeseran nilai sosial

FACEBOOK, buah karya dari Mark Elliot Zuckerberg (founder of Facebook). Bersama tiga temannya, masing-masing adalah Andrew McCollum (roommate – saat  Mark Zuckerberg bersekolah di Universitas Harvard jurusan Computer Science, – tapi kemudian Zuckerberg droup out), Dustin Moskovitz  (roommate) dan Chris Hughes (Hughes kemudian direkrut Obama saat masih jadi calon presiden untuk membuat situs barackobama.com).

Zuckerberg, pendiri facebook.com adalah pemuda berusia 25 tahun (lahir pada 14 Mei 1984, besar di Dobbs Ferry, New York) dan masih single. Ia perancang teknologi informasi sekaligus sosok muda yang punya jiwa wiraswasta. Zuckerberg mendapat julukan sebagai “salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2008″ versi majalah Time.

Tahun ini situs jaringan sosial facebook memasuki usia yang kelima tahun. Sejak dibuka untuk umum pada  tanggal 11 September tahun 2006. Di usianya yang masih muda itu, situs jejaring sosial ini semakin digilai dan membuat hampir semua orang menjadi kecanduan. Tak hanya membantu dalam mengekespresikan diri, membangun relasi dengan orang lain, menghubungkan banyak teman lama dan baru, facebook juga bahkan digunakan sebagai ajang mencari jodoh. Fitur-fiturnya yang dianggap revolusioner atau lain dari yang lain.

Saya pribadi mengenal facebook dari kawan-kawan, mereka bilang situs ini lebih mudah pengenalannya dan lebih nyaman penggunaannya dibanding friendster atau situs lainnya yang sudah saya pergunakan sebelumnya. Awalnya saya tidak begitu tertarik hal ini walaupun beberapa kawan telah menginformasikan tetapi ketika banyak orang membicarakannya dan ada juga beberapa media baik radio, televisi maupun cetak yang memuat tentang hal ini membuat saya jadi penasaran untuk mencobanya.

Fitur yang paling terkenal di facebook adalah tagging atau memberi tanda tiap-tiap orang yang ada dalam foto tersebut sesuai dengan namanya masing-masing. Selain tagging, keunggulan facebook yang lain adalah tersedia berbagai aplikasi dalam situs ini dan fasilitas chatting, status wall, comment dan beberapa fitur game online. Sehingga jika ingin chatting dengan teman, user atau pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi baru. Hal ini yang menurut saya membuat orang-orang lebih cepat tertarik menggunakan facebook khususnya di Indonesia.

Facebook sudah menjadi sebuah portal yang mempertemukan banyak orang dari segala penjuru (fungsi sebuah social networking). Di dalam komunitas tersebut kita berinteraksi, saling mengirim pesan, status wall, berdiskusi atau sharing.

Menurut saya demam facebook ini sedikit banyak telah mempengaruhi nilai-nilai sosial di masyarakat kita, tidak sedikit dari kita sering melihat banyak orang hanya duduk-duduk atau berdiri dijalan, halte busway, mall sambil memegang handphone atau mereka makan minum di café yang meyediakan layanan hotspot sambil memandangi laptopnya tampak senyum-senyum bahkan mengangguk-angguk sendiri sesekali jarinya menekan tombol di handphone atau laptopnya sekedar menulis atau menjawab email masuk dari facebooknya. Hal demikian tidak pernah tampak diwaktu sebelumnya ketika demam friendster melanda Indonesia atau penggunaan email lewat handphone.

Dibalik kesuksesannya itu, facebook juga memiliki segudang cerita. Tak hanya membawa dampak positif , facebook juga banyak memberi pengaruh yang negatif baik bagi perkembangan mental maupun kesehatan fisik penggunanya. Namanya bahkan sering kali tercoreng oleh banyak kasus yang berkaitan dengan moral, kekerasan, kejahatan dan rasisme.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Institute of Biology, Inggris, memberikan gambaran bahwa kebiasaan bergaul via situs pertemanan seperti facebook berpotensi mengurangi kegiatan sosialisasi antar manusia di kehidupan nyata yang akan berdampak pada sisi-sisi biologisnya. Beberapa diantaranya adalah mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun, tingkat hormon, dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Hal ini akan berakhir dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti kanker, stroke, penyakit jantung dan dementia (kelainan jiwa).

Bahwa facebook bukanlah situs jejaring sosial melainkan situs jejaring individu karena facebook mengarahkan seseorang untuk bersikap mementingkan diri sendiri. Interaksi yang terjadi di dalamnya juga merupakan pola hubungan yang tidak nyata sehingga berdampak pada berkuranganya interaksi antar manusia di kehidupan nyata. Inilah gambaran nyata tentang dunia maya. Segala tindakan, posting maupun komentar yang disampaikan seseorang dapat mempengaruhi kehidupan orang lain. Karena itu berhati-hatilah, pergunakan situs jaringan sosial ini dengan bijak dan untuk hal yang positif.

Masyarakat sekarang lebih senang berinteraksi di dunia maya melalui situs facebook, mereka bertukar cerita memuat foto-foto kejadian yang baru mereka alami atau mencari sahabat lama yang mungkin ada di situs ini. Memang tidak ada salahnya mereka melakukan hal ini tetapi berinteraksi melaui virtual seperti ini kurang dapat menumbuhkan sifat mandiri atau kepekaan individu itu sendiri dikarenakan mereka tidak melihat langsung sehingga penilaian terhadap lawan komunikasi bisa dikatakan kurang tepat dibandingkan jika mereka berkomunikasi langsung.

Beberapa perusahaan sendiri mungkin sudah menganggap facebook bukan sebagai alat bantu promosi tapi cenderung sebagai ancaman dikarenakan penurunan efektifitas kinerja para karyawan perusahaan tersebut. Para karyawan yang dahulunya hanya sekedar duduk santai bersama temannya sebelum mulai bekerja sekarang asyik sendiri-sendiri membuka facebooknya bahkan ada yang sambil bekerja tetap online di facebooknya.

Demam facebook tidak hanya dikalangan masyarakat bawah/grasroot, kalangan menengah/middle society bahkan sampai kalangan atas/high class yang menggunakan jejaring komunitas ini. Bahkan sekarang sudah merambah dikalangan pemerintahan coba lihat saja iklan atau grup-grup yang dibuat untuk mendukung atau tidak mendukung salah satu kelompok capres dan cawapres kita.

Fatwa haram yang pernah dikenakan pada situs inipun tidak hanya menuai protes dari para penggunanya hal ini tampak dari status wall kawan-kawan saya di facebook bahkan mereka tidak acuh dengan hal tersebut. Facebook sudah menjadi semacam kebutuhan yang harus ada setiap harinya tidak mengenal golongan dan waktu.

Terlepas dari beberapa hal diatas facebook telah membawa perubahan pada nilai-nilai sosial masyarakat kita selayaknya jika situs ini digunakan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan yang positif.