Facebook dan pengaruhnya terhadap pergeseran nilai sosial

FACEBOOK, buah karya dari Mark Elliot Zuckerberg (founder of Facebook). Bersama tiga temannya, masing-masing adalah Andrew McCollum (roommate – saat  Mark Zuckerberg bersekolah di Universitas Harvard jurusan Computer Science, – tapi kemudian Zuckerberg droup out), Dustin Moskovitz  (roommate) dan Chris Hughes (Hughes kemudian direkrut Obama saat masih jadi calon presiden untuk membuat situs barackobama.com).

Zuckerberg, pendiri facebook.com adalah pemuda berusia 25 tahun (lahir pada 14 Mei 1984, besar di Dobbs Ferry, New York) dan masih single. Ia perancang teknologi informasi sekaligus sosok muda yang punya jiwa wiraswasta. Zuckerberg mendapat julukan sebagai “salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2008″ versi majalah Time.

Tahun ini situs jaringan sosial facebook memasuki usia yang kelima tahun. Sejak dibuka untuk umum pada  tanggal 11 September tahun 2006. Di usianya yang masih muda itu, situs jejaring sosial ini semakin digilai dan membuat hampir semua orang menjadi kecanduan. Tak hanya membantu dalam mengekespresikan diri, membangun relasi dengan orang lain, menghubungkan banyak teman lama dan baru, facebook juga bahkan digunakan sebagai ajang mencari jodoh. Fitur-fiturnya yang dianggap revolusioner atau lain dari yang lain.

Saya pribadi mengenal facebook dari kawan-kawan, mereka bilang situs ini lebih mudah pengenalannya dan lebih nyaman penggunaannya dibanding friendster atau situs lainnya yang sudah saya pergunakan sebelumnya. Awalnya saya tidak begitu tertarik hal ini walaupun beberapa kawan telah menginformasikan tetapi ketika banyak orang membicarakannya dan ada juga beberapa media baik radio, televisi maupun cetak yang memuat tentang hal ini membuat saya jadi penasaran untuk mencobanya.

Fitur yang paling terkenal di facebook adalah tagging atau memberi tanda tiap-tiap orang yang ada dalam foto tersebut sesuai dengan namanya masing-masing. Selain tagging, keunggulan facebook yang lain adalah tersedia berbagai aplikasi dalam situs ini dan fasilitas chatting, status wall, comment dan beberapa fitur game online. Sehingga jika ingin chatting dengan teman, user atau pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi baru. Hal ini yang menurut saya membuat orang-orang lebih cepat tertarik menggunakan facebook khususnya di Indonesia.

Facebook sudah menjadi sebuah portal yang mempertemukan banyak orang dari segala penjuru (fungsi sebuah social networking). Di dalam komunitas tersebut kita berinteraksi, saling mengirim pesan, status wall, berdiskusi atau sharing.

Menurut saya demam facebook ini sedikit banyak telah mempengaruhi nilai-nilai sosial di masyarakat kita, tidak sedikit dari kita sering melihat banyak orang hanya duduk-duduk atau berdiri dijalan, halte busway, mall sambil memegang handphone atau mereka makan minum di café yang meyediakan layanan hotspot sambil memandangi laptopnya tampak senyum-senyum bahkan mengangguk-angguk sendiri sesekali jarinya menekan tombol di handphone atau laptopnya sekedar menulis atau menjawab email masuk dari facebooknya. Hal demikian tidak pernah tampak diwaktu sebelumnya ketika demam friendster melanda Indonesia atau penggunaan email lewat handphone.

Dibalik kesuksesannya itu, facebook juga memiliki segudang cerita. Tak hanya membawa dampak positif , facebook juga banyak memberi pengaruh yang negatif baik bagi perkembangan mental maupun kesehatan fisik penggunanya. Namanya bahkan sering kali tercoreng oleh banyak kasus yang berkaitan dengan moral, kekerasan, kejahatan dan rasisme.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Institute of Biology, Inggris, memberikan gambaran bahwa kebiasaan bergaul via situs pertemanan seperti facebook berpotensi mengurangi kegiatan sosialisasi antar manusia di kehidupan nyata yang akan berdampak pada sisi-sisi biologisnya. Beberapa diantaranya adalah mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun, tingkat hormon, dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Hal ini akan berakhir dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan seperti kanker, stroke, penyakit jantung dan dementia (kelainan jiwa).

Bahwa facebook bukanlah situs jejaring sosial melainkan situs jejaring individu karena facebook mengarahkan seseorang untuk bersikap mementingkan diri sendiri. Interaksi yang terjadi di dalamnya juga merupakan pola hubungan yang tidak nyata sehingga berdampak pada berkuranganya interaksi antar manusia di kehidupan nyata. Inilah gambaran nyata tentang dunia maya. Segala tindakan, posting maupun komentar yang disampaikan seseorang dapat mempengaruhi kehidupan orang lain. Karena itu berhati-hatilah, pergunakan situs jaringan sosial ini dengan bijak dan untuk hal yang positif.

Masyarakat sekarang lebih senang berinteraksi di dunia maya melalui situs facebook, mereka bertukar cerita memuat foto-foto kejadian yang baru mereka alami atau mencari sahabat lama yang mungkin ada di situs ini. Memang tidak ada salahnya mereka melakukan hal ini tetapi berinteraksi melaui virtual seperti ini kurang dapat menumbuhkan sifat mandiri atau kepekaan individu itu sendiri dikarenakan mereka tidak melihat langsung sehingga penilaian terhadap lawan komunikasi bisa dikatakan kurang tepat dibandingkan jika mereka berkomunikasi langsung.

Beberapa perusahaan sendiri mungkin sudah menganggap facebook bukan sebagai alat bantu promosi tapi cenderung sebagai ancaman dikarenakan penurunan efektifitas kinerja para karyawan perusahaan tersebut. Para karyawan yang dahulunya hanya sekedar duduk santai bersama temannya sebelum mulai bekerja sekarang asyik sendiri-sendiri membuka facebooknya bahkan ada yang sambil bekerja tetap online di facebooknya.

Demam facebook tidak hanya dikalangan masyarakat bawah/grasroot, kalangan menengah/middle society bahkan sampai kalangan atas/high class yang menggunakan jejaring komunitas ini. Bahkan sekarang sudah merambah dikalangan pemerintahan coba lihat saja iklan atau grup-grup yang dibuat untuk mendukung atau tidak mendukung salah satu kelompok capres dan cawapres kita.

Fatwa haram yang pernah dikenakan pada situs inipun tidak hanya menuai protes dari para penggunanya hal ini tampak dari status wall kawan-kawan saya di facebook bahkan mereka tidak acuh dengan hal tersebut. Facebook sudah menjadi semacam kebutuhan yang harus ada setiap harinya tidak mengenal golongan dan waktu.

Terlepas dari beberapa hal diatas facebook telah membawa perubahan pada nilai-nilai sosial masyarakat kita selayaknya jika situs ini digunakan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan yang positif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: